Senin, Agustus 04, 2008

Hambatan Komunikasi


Hambatan komunikasi biasanya bersifat obyektif maupun subyektif. Hambatan obyektif merupakan gangguan yang tidak disengaja terhadap berlangsungnya komunikasi. Hambatan obyektif biasanya berupa gangguan mekanik seperti kegaduhan suara, huruf terlalu kecil, dan lainnya, serta gangguan semantik (gangguan bahasa atau konsep yang berbeda). Sedangkan hambatan subyektif adalah hambatan yang sengaja dibuat oleh orang lain akibat adanya pertentangan kepentingan dan prasangka.

Para ahli komunikasi telah mengidentifikasi bahwa justru hambatan subyektif tersebut yang lebih sering menggagalkan terjadinya komunikasi secara efektif.

Gangguan atau hambatan dalam komunikasi antara lain :

a) Sifat egois;

yaitu terlalu memikirkan kepntingan pribadi, seperti tindakan atau kebijakan yang didasari kepentingan pribadi dan cenderung mengabaikan keterangan atau ide serta umpan balik orang lain.

b) Emosional;

yaitu cenderung menilai sesuatu dari sudut pandang negatif, sehingga tidak ada keterbukaan untuk proses komunikasi efektif.

c) Konflik pribadi / kelompok;

yaitu adanya masalah antara pengirim pesan dengan pihak penerima pesan.

d) Pengamalaman masa lalu;

seorang komunikator yang mempunyai pengalaman / kebiasaan (track record) yang buruk seperti suka berbohong, pernah menipu, dan lain-lain, akan kesulitan dalam berkomunikasi secara efektif.

e) Lingkungan kurang menguntungkan;

seperti gaduh, ramah, banyak suara, dan lain-lain.

f) Perbedaan status;

harus diakui bahwa perbedaan pendidikan, ekonomi, pekerjaan, merupakan hambatan yang paling besar dalam komunikasi saat ini.

g) Pertentangan kepentingan;

hambatan komunikasi juga bisa terjadi jika pesan atau informasi yang disampaikan oleh komunikator tidak sesuai atau bertentangan dengan kepentingan dari penerima pesan. Perbedaan kepentingan akan mempengaruhi daya tanggap dan tingkah laku seseorang untuk bersifat reaktif terhadap pesan yang tidak sesuai dengan kepentingannya. Akibatnya muncullah reaksi penolakan. Jika hal ini terjadi maka tujuan komunikasi tidak akan tercapai. Karena itu komunikator harus berhati-hati dan bijaksana jika pesan yang akan disampaikan dirasa bertentangan atau tidak sesuai dengan kepentingan dari penerima pesan (komunikan).

h) Prasangka

Prasangka merupakan salah satu hambatanberat dalam komunikasi, karena orang yang berprasangka akan dengan serta-merta menetang atau menolak pesan yang akan disampaikan. Prasangka bisa menggerakkan emosi seseorang untuk menarik kesimpulan tanpa mengunakan pikiran yang rasional. Apalagi jika prasangka itu sudah berakar, maka seseorang tidak dapat lagi berpikir secara obyektif, apa yang dilihat dan didengarnya selalu dinilai negatif. Agar dalam proses komunikasi tidak terhambat oleh faktor prasangka ini maka komunikator hendaknya tidak menonjolkan hal-hal yang dapat menimbulkan prasangka tersebut.

(disarikan dari berbagai sumber)



Tidak ada komentar: