Selasa, September 01, 2009

RENUNGAN RAMADHAN - 2

Molekul Air Pun Turut Bertasbih



Dr. Masaru Emoto dari Jepang pernah menyelidiki tentang berbagai bentuk kristal molekul air dari berbagai sumber-sumber air. Ternyata segelas air yang bening dan jernih, tatkala padanya diberikan perkataan-perkataan yang jelek, buruk, ataupun jorok, bentuk kristal-kristal molekulnya pun menjadi hancur dan buruk pula. Sebaliknya segelas air yang sama kemudian padanya diberikan perkataan-perkataan yang baik, pujian-pujian, atau doa-doa, ternyata bentuk kristal-kristal molekulnya pun berupah menjadi teratur dan menawan, serta indah luar biasa. Ternyata dari kata-kata yang kita ucapkan ini bisa mempengaruhi kehancuran dan keindahan kristal molekul air.



Proporsi air di bumi ini kurang lebih sekitar 70%. Ternyata proporsi yang sama juga ada di tubuh manusia, kita mempunyai kandungan air sekitar 70%. Apabila kita terbiasa dengan ucapan-ucapan yang baik, kata-kata yang santun, lantunan doa, serta senantiasa berzikir, maka susunan kristal molekul air dalam tubuh kita pun akan menjadi indah, menawan luar biasa, yang dampaknya akan juga luar biasa bagi tampilan kita, hubungan kita dengan sesama, maupun kesehatan kita lahir dan batin. Namun sebaliknya apabila kebiasaan kita adalah mengeluarkan ucapan atau kata-kata yang buruk, jelek, jorok, umpatan, cacian, makian, dan hinaan, maka secara tidak sadar kita sedang menjadikan susunan kristal molekul air dalam tubuh kita menjadi rusak, berantakan, tidak teratur dan tidak indah sama sekali. Dampak kehancuran kristal molekul air dalam tubuh pun juga tidak kalah merusaknya pada hubungan kita dengan sesama, dan kesehatan lahir batin kita, serta tampilan diri kita.



Maha Suci Allah yang Maha Penyayang terhadap hamba-Nya, yang melalui risalah yang dibawa nabi-Nya yang agung, Muhammad SAW memerintahkan untuk senantiasa berkata-kata yang baik. Yang memerintahkan untuk mengeluarkan kata-kata yang berbobot dan bermutu, kata-kata yang lemah-lembut, kata-kata yang membekas pada jiwa, dan kata-kata yang mulia. Ditambah lagi Yang Maha Penyayang takjub melihat di antara hambanya senantiasa bertahmid, bertasbih, bertakbir, beristighfar, bertahlil, dan bibirnya senantiasa basah dengan ucapan zikir. Ternyata Yang Maha Penyayang memerintahkan itu semua bukan karena Diri-Nya butuh dipuji dan disanjung, namun ternyata itu semua diperintahkan untuk kebutuhan diri manusia sendiri, untuk kemaslahatan lahir batinnya sendiri. Perkataan-perkataan baik dan zikir itu akan mempengaruhi seluruh sel-sel tubuh manusia yang di dalamnya terdiri dari berbagai molekul-molekul di mana bagian terbesarnya adalah molekul air. Maka seakan-seakan seluruh molekul air dalam tubuh itu turut bertasbih, turut bertahmid, turut bertahlil, turut bertakbir, yang bentuk takbir, tahmid, tahlil, dan tahmidnya adalah berupa tampilan kristal-kristal yang indah menawan tiada tara.








Lebih Bersih, Lebih Baik, Lebih Cepat - Rasakan Yahoo! Mail baru yang Lebih Cepat hari ini!

Renungan Ramadhan - 1

Tidak Berkata-Kata Kecuali yang Baik-Baik



Imam Al Bukhori meriwayatkan bahwa "Puasa bukanlah menahan diri dari makanan dan minuman, tetapi puasa adalah menahan diri dari kesia-siaan dan perkataan keji".



Di dalam Al Qur'an Surat 49 - Al Hujurat ayat 11-12 Allah SWT berfirman :


"Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim."



Abul A'la Al Maududi dalam kitab tafsirnya Tafhimul Qur'an menyatakan bahwa mengolok dengan padanan katanya yang lain yaitu menghina, merendahkan, menyepelekan, mengejek, dan mencemooh, tidak senantiasa dilakukan dengan lidah atau lisan. Termasuk dalam kategori ini adalah meniru-niru gerak tubuh seseorang untuk mengejek, menertawakan apa yang diucapkan seseorang, menjuluki seseorang secara demonstratif dengan julukan yang menodainya, yang menurutnya itu lucu, yang mengundang orang lain untuk menertawai orang yang diberi julukan itu. Substansi dari larangan ini adalah bahwa mengolok dengan berbagai kategorinya menunjukkan satu kebohongan perasaan seseorang, yaitu bahwa sebenarnya dia ingin menunjukkan superioritasnya di atas penghinaannya kepada orang lain, perasaan sombong yang secara moral menunjukkan sebuah sikap ketidaksantunan. Akibat lebih jauh yang dikhawatirkan adalah munculnya kekacauan atau keributan yang bisa menyebarluas ke masyarakat di samping yang jelas melukai perasaan orang lain.



Seseorang yang mencela orang lain pada hakekatnya sama dengan mencela dirinya sendiri. Penjelasannya adalah sebagai berikut : bahwasanya seseorang akan mencela orang lain jikalau pikiran dan perasaannya dipengaruhi oleh kobaran hasut setan yang hampir-hampir meledak seperti gunung yang mau meletus. Sehingga kepayahan diri dalam memupuk pikiran dan perasaan seperti ini akan membuat dirinya sendiri menjadi sarang setan sebelum ia mencari target sasaran orang lain. kemudian jikalau ia menuruti perasaan setan ini yaitu mencela orang lain, ini berarti mengundang orang lain untuk membalas mencela dirinya, inilah makna mencela diri sendiri.



Panggilan yang buruk adalah panggilan yang menyebabkan seseorang secara individu, atau orang tuanya, atau keluarganya, atau kelompoknya, atau bahkan masyarakatnya, menjadi terhina, tercela, atau ternoda.



Seburuk-buruk panggilan adalah panggilan yang buruk sesudah iman. Bahwa sungguh sangat memalukan sebagai seorang yang beriman ternyata ia patut mendapatkan reputasi jelek hanya dikarenakan ia sembrono dalam berkata-kata atau tidak santun dalam berperilaku. Bisa jadi seorang yang tidak beriman mendapatkan reputasi jelek dari sisi kemanusiaan karena ia menghina, merendahkan, mengolok dan semacamnya kepada orang lain, tetapi hal ini bisa dimaklumi karena sejalan dengan ketidakberimanannya. Namun seorang yang sudah mengikrarkan diri sebagai seorang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, serta hari Kiamat, ternyata mendapatkan reputasi jelek dikarenakan kualitas-kualitas perbuatan jelek seperti di atas, maka hal ini sungguh benar-benar patut disesalkan.



Nabi Muhammad SAW bersabda " Barangsiapa yang mengaku beriman kepada Allah, dan Hari Kemudian maka hendaklah ia berkata yang baik-baik saja, atau diam".



Karena itu marilah kita susuli hari-hari kita dengan taubat, kita menyesali seluruh kualitas-kualitas buruk amaliyah kita karena ucapan-ucapan kita dan perbuatan kita yang telah begitu banyak membuat orang lain sakit di hatinya. Orang yang zalim adalah orang yang tidak mau bertaubat, menyesali diri, dan menghentikan segala perbuatan buruknya, setelah ia mengetahui kebenaran.





Buat sendiri desain eksklusif Messenger Pingbox Anda sekarang!
Membuat tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah