Tampilkan postingan dengan label Media Training. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Media Training. Tampilkan semua postingan

Kamis, Agustus 07, 2008

Berimprovisasi dengan Tayangan Power Point -2-

Kali ini kita akan menyempurnakan tayangan power point Anda dengan memberikan narasi berupa rekaman suara Anda atau orang lain dalam tayangan slide show. Audien akan semakin fokus, berkonsentrasi, dan tertarik pada tayangan rangkaian foto yang bergerak, ada tulisan singkat di bawahnya, diiringi suara musik, dan ada penjelasannya secara panjang lebar. Nah penjelasan inilah yang penting untuk lebih meyakinkan audien. Biasanya kita lakukan itu dengan cara berbicara panjang lebar pada satu slide untuk berikutnya kita klik dan melakukan hal yang sama, yaitu bicara panjang lebar. Kekurangannya adalah kadang kita tidak bisa mengontrol panjang pendeknya bicara kita karena kita berupaya menterjemahkan setiap tayangan foto dengan cara spontan. Akibatnya kalimat kita akan banyak "ee, ..... eeeee....., e....". Untuk menghindari hal itu lakukan langkah berikut ini :
  1. Siapkan redaksi narasi untuk setiap tayangan slide. Redaksi ini harus tertulis (namanya saja redaksi !).
  2. Buka pekerjaan power point Anda sebelumnya yang telah dipercantik melalui improvisasi -1-.
  3. Pasanglah "jack" microphone Anda ke lubang microphone laptop atau komputer Anda, dan pastikan alat itu beroperasi dengan sempurna.
  4. Buka panel "Slide Show", pilih "Record Narration", dan tekan "OK".
  5. Baca redaksi narasi Anda melalui corong microphone, untuk slide yang pertama dengan suara yang mantap, dengan "pitch control" yang sempurna, dan kesan yang berwibawa. Jangan membaca terlalu cepat atau tergesa-gesa.
  6. Terakhir jangan lupa men-Save pekerjaan Anda.
  7. Setelah selesai kembali pilih panel "Slide Show" dan pilih "Rehearse Timings". Susun kembali tayangan slide show-nya berdasarkan panjang pendeknya narasi yang telah terekam tadi. Hal penting : berilah jeda waktu beberapa detik sebelum meng-klik tanda panah kanan di bagian kiri atas tayangan slide show untuk beranjak ke slide berikutnya, sehingga ada transisi bagi audien untuk menyerap informasi secara utuh tayangan slide tersebut.
  8. Lakukan hingga slide terakhir dan jangan lupa men-Save pekerjaan akhir Anda ini.

Kini telah lengkap sudah tayangan foto di power point Anda, ada gambar, ada animasi gerak foto dan huruf / kalimat, ada musik, dan ada rekaman suaranya lagi. Pasti akan sangat mengasyikkan.

Nah selamat mencoba, saya yakin, pasti Anda bisa melakukannya dan berimprovisasi lebih fantastik lagi.

Selasa, Agustus 05, 2008

Berimproviasi dengan Tayangan Power Point (1)

Anggap saja Anda sudah tuntas dengan satu rangkaian cerita foto pada slide power point lengkap dengan animasinya sehingga sudah memenuhi foto yang "berbicara" atau foto yang "bunyi". Kali ini kita coba tingkatkan performance tayangan foto di power point kita dengan berbagai improvisasi berikut ini :


  1. Tayangkan rangkaian slide secara slide show, dengan memanfaatkan panel "Slide Show" di bagian atas, pilihlah "Rehearse Timings". Begitu Anda ketik, akan muncul tampilan slide-nya dengan bagian kiri atasnya menunjukkan lama waktu / durasi slide tersebut tampil (dalam detik). Begitu Anda rasa cukup sudah untuk menampilkan slide itu selanjutnya klik tanda panah kanan untuk men-set slide-slide berikutnya. Sampai setelah sile terakhir jangan lupa untuk men "save" setting-an Anda ini. Akan muncul kotak-kotak kecil yang memenuhi halaman layar Anda dengan bagian bawah menunjukkan durasi waktu tayang setiap slide. Berikutnya cobalah pekerjaan Anda dengan menekan panel "Slide Show" dan pilih "View Show". Kunci di sini adalah Anda harus memperkirakan berapa tayangan waktu untuk tiap slide, ada yang cukup singkat, namun ada pula yang harus agak lama, itu Anda sendiri yang tahu.
  2. Improvisasi berikutnya adalah menambahkan musik / instrumen untuk mengiringi rangkaian tayangan slide show ini. Caranya, buka slide pertama, pada posisi Normal View, jangan pada posisi Slide Show, klik panel " Insert", pilih "Movies and Sounds" pilih "Sound from File ... ". Silakan pilih file musik instrumen yang menurut Anda sesuai dengan topik / tema tayangan Anda. Sebisa mungkin pilih musik instrumen saja, karena bila ada syairnya pemirsa bisa akan turut hanyut dalam untaian kata-kata di syair lagu itu. Untuk menge-set jalannya lagu tadi pilih panel "Slide Show" pilih "Custom Animation". Di sebelah kanan slide akan muncul tayangan yang salah satunya menunjukkan file lagu Anda. Tempatkan mouse di file tersebut dan klik, serta tekan tanda panah ke bawah. Pilihlah pilihlah file lagu yang telah Anda Insert-kan, dengan tetap menekan klik kiri mouse Anda, pindahkan/geser ke urutan paling atas, setelah sampai di urutan paling atas, lepaskan klik kanan mouse tersebut. Berikutnya tempatkan panah penunjuk mouse Anda di file lagi tadi, tekan klik kiri mouse Anda pilih tanda panah ke bawah dan pilih panel "Start with Previous". Lanjutkan dengan panel "Effect Option" pilihlah "Start Playing" dengan membulatkan "from beginning" dan "Stop Playing" dengan pilihan "after slide .... (no slide paling akhir)". Lanjutkan ke panel "Timing" pilih "Start" dengan "with previous" dan "repeat" dengan "until end of slide". Lanjutkan dengan panel "sound setting", pilih tanda centrang "hide sound icon during slide show". Kalau sudah tekan "OK" di bagian bawah.

Sekarang lengkap sudah tampilan power point Anda dengan iringan lagu. Cobalah dengan posisi tayangan "Slide Show".

Ok, selamat mencoba, semoga sukses. Lain kali kita tambahkan improvisasi dengan rekaman suara Anda sendiri.

Tips Membuat Cerita Foto

Seringkali kita dituntut untuk presentasi power point dengan menggunakan bahan baku utama satu rangkaian foto dari satu peristiwa tertentu. Saat itu kita dituntut untuk menayangkan berbagai dokumentasi foto kita semenarik dan seinformatif mungkin. Dokumentasi foto-foto kita seringkali banyak sekali, bahkan mungkin over load. Namun seringkali pula kita hanya sekedar menayangkan kumpulan foto-foto yang menurut kita menarik. Kita lupa bahwa foto yang kita tayangkan seringkali menjadi foto yang tidak "berbicara", foto yang "bisu" yang kurang begitu memberikan makna bagi para pemirsa.

Untuk itu kita perlu membuat satu rangkaian foto yang "bunyi" yang mampu mengungkap satu "jalinan cerita". Untuk itu lakukan langkah-langkah berikut :

  1. Rumuskan dulu ide dasar apa yang akan kita presentasikan melalui rangkaian foto itu (misalkan ide tentang perlunya/pentingnya usulan jembatan di dusun Manggis, desa Kemlarak untuk di danai di forum Musy Kec / MAD II). Berarti rangkaian foto yang dibuat nanti harus bisa meyakinkan pemirsa bahwa itu usulan memang layak diletakkan di rangking atas untuk didanai.
  2. Buat satu story board / story line sederhana untuk menterjemahkan ide dasar ini dalam satu bentuk urutan cerita. Buat kotak-kotak kosong di kertas A4 ukuran poscard, atau potong-potonglah kertas A4 atau kertas karton menjadi ukuran poscard. Gambarkan apa yang harus kita tunjukkan di kotak I, misalnya perkenalan desa melalui gambar gapura atau balai desa, atau foto perangkat desanya. Kotak II misalnya gambar kondisi sekitar desa baik penduduknya maupun lingkungan alamnya. Kotak III misalnya gambar kondisi awal/existing di titik lokasi usulan. Kotak IV misalnya gambar aktivitas penduduk selama ini di titik lokasi usulan (seperti gambar orang sedang menuntun sepeda sambil membawa barang melewati jembatan bambu). Kotak V misalnya gambar kegiatan verifikasi usulan. dan Kotak VI adalah narasi dari tim verifikasi usulan. Kotak-kotak tadi bisa pula diisi dengan narasi-narasi yang menunjukkan sebuah rangkaian alur cerita.
  3. Susunlah potongan kotak-kotak tadi secara berurutan dari I - VI. Berikutnya marilah kita buka aplikasi "Power Point" kita. Masukkan foto yang memenuhi urutan kotak (kita sebut saja seterusnya klip) I ini langsung di slide 1. Isikan satu slide hanya satu foto saja dan satu halaman penuh (jangan ada garis pembatasnya atau garis tepinya) agar pemirsa bisa fokus di satu peristiwa dan pemaparan cerita juga bisa lebih fokus. Demikian pula untuk klip II - VI, lakukan hal yang sama, satu slide satu foto saja. Perlu diketahui bahwa klip I, II, III - VI tidak berarti masing-masing hanya berisi satu foto saja. Bisa jadi klip IV terdiri 2 - 3 foto. Begitu juga klip yang lainnya.
  4. Setelah semua klip lengkap diisi foto, jadilah sudah alur cerita utama kita. Sekarang kita tinggal menyempurnakan dan mempercantik performance-nya. Jangan sekali-kali tergoda untuk membuat langsung cantik dan sempurna, tapi selesaikan dulu alur cerita utamanya.
  5. Berikutnya untuk setiap slide foto berikan komentar pendek melalui fasilitas "Text Box" di bagian bawah, dan letakkan di bagian bawah tengah di setiap slide foto. Berikan warna huruf yang kontras dengan latar belakang foto dengan fasilitas "Font Color" dan besar huruf yang simbang
  6. Untuk mempercantik, tambahkan cover/ sampul depan dengan insert slide, di bagian slide paling atas. Tambahkan sampul depannya dengan tulisan Jenis Usulan, Lokasi, Spesifikasi. Antar klip bila terdiri lebih dari 1 foto bila perlu tambahkan slide pembatas yang diberi judul (seperti judul slide "Titik Lokasi Usulan Jembatan") untuk mengawali klip III. Slide paling akhir bisa ditambahkan ucapan "Terima Kasih Atas Perhatian dan Dukungannya" untuk bisa menarik simpati pemirsa.
  7. Setelah langkah di atas tuntas baru lengkapi dengan animasi melalui fasilitas panel "Slide Show" pilih "Animation Schemes". Tentukan animasi yang menurut Anda menarik untuk menampilkan setiap slide foto atau tulisan / narasi (untuk tulisan atau narasi perlu dipercantik dengan "disain templates" dan "color schemes" yang khas untuk setiap slide melalui fasilitas yang sama (Slide Show dan Animation Schemes). Setiap slide hendaknya mempunyai jenis animasi yang berbeda-beda.

Demikian, tuntas sudah rangkaian foto kita yang kali ini sudah bisa berbicara. Untuk lebih bisa menarik minat, perhatian, dan emosi peserta kita perlu melakukan improvisasi lebih lanjut melalui fasilitas-fasilitas yang ada di Power Point ini. Oh ya, jangan lupa di Save ya supaya tidak hilang.

Selamat mencoba, dan nantikan tips berikutnya untuk berimprovisasi lebih lanjut.