Tampilkan postingan dengan label Participatory Tools. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Participatory Tools. Tampilkan semua postingan

Jumat, November 22, 2013

Beberapa Metode Perankingan secara Partisipatif

Salah satu hal penting dalam pedampingan masyarakat adalah membuat mereka mampu, yang salah satunya adalah mampu dalam mengambil keputusan secara mandiri.  Berbagai alternatif pilihan yang ada memag tidak kemudian semuanya bisa dilaksanakan mengingat keterbatasan sumberdaya.  Namun bagaimanapun juga masyarakat harus tetap memutuskan pilihan mana yang paling prioritas bagi mereka untuk bisa mereka pilih.  Tugas pendamping adalah bagaimana bisa membantu masyarakat mengambil keputusan dengan cara-cara yang mudah, murah, cepat, sederhana, namun tetap dengan menggunakan prinsip partisipatif.

Beberapa metode tersebut dapat dilihat maupun diunduh di sini

Lihat

Unduh

Selamat mencoba,

Rabu, November 20, 2013

Modifikasi Jembatan Bambu

Salah satu participatory tools yang mudah, cepat, dan hasilnya cukup komprehensif, adalah dengan menggunakan jembatan bambu, namun dengan modifikasi secara visual.  Adapun langkah-langkah sederhananya adalah berikut :

1.  Minta peserta untuk menggambarkan secara visual (dengan menggunakan pinsil warna, krayon, atau spidol warna) pada selembar kertas ukuran 2 x A4 atau 1/4 kertas plano, kondisi eksisting yang terjadi saat ini pada topik-topik tertentu sesuai dengan tema FGD, yang spesifik, seperti kondisi pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak, atau kondisi sanitasi lingkungan, atau kondisi home industri, dan sebagainya.

2.  Setelah selesai, kembali minta kelompok untuk menggambarkan secara visual  (dengan menggunakan pinsil warna, krayon, atau spidol warna) pada selembar kertas ukuran 2 x A4 atau 1/4 kertas plano, kondisi yang akan diharapkan terjad.

3.  Minta kelompok untuk menempelkan kedua gambar tadi pada ujung sisi kiri (untuk gambar kondisi eksisting) dan sisi kanan (untuk gambar kondisi yang diharapkan) dari tali rafia yang dibentang sepanjang 1,5 - 2 m yang kedua ujungnya diikatkan pada kursi atau apapun.

4.  Minta kelompok untuk mendiskusikan berbagai tindakan yang harus dilakukan agar tercapai kondisi yang diharapkan ada di sisi kanan.  Setiap satu tindakan dituliskan pada satu kertas metaplan.  Minta mereka untuk menuliskan selengkap mungkin tindakan-tindakan yang harus dikerjakan.

5.  Minta mereka untuk me-lem tulisan-tulisan metaplan tersebut dengan tali sepanjang 10 - 30 cm raffia.

6.  Minta mereka untuk menggantungkan hasil 5 di atas pada tali raffia yang telah membentang sepanjang 1,5 - 2 m tersebut, dari sisi kiri (kondisi eksisting) ke sisi kanan (kondisi yang diharapkan) dengan urutan dari yang paling mudah ke yang paling sulit, atau dari yang paling murah ke yang paling mahal, atau dari yang paling cepat bisa dilakukan ke yang paling lama pelaksanaannya.

7.  Terakhir minta mereka mencermati kembali hasilnya dan mendiskusikannya lagi, karena bisa jadi ada yang susunannya terbalik atau bahkan ternyata atau jenis kegiatan yang belum dituliskan di metaplan.  Jangan lupa, buat tanda panah pada metaplan (sebanyak 1 atau 2 metaplan) dan tempelkan dengan lem pada bagian bentangan tali raffia sepanjang 1,5 - 2 m dengan arah panah menunjukkan dari kondisi eksisting ke kondisi yang diharapkan.

Selamat Mencoba, dan hasil visualisasi dari metode ini bisa dilihat atau diunduh di sini :

Lihat              Unduh

Lihat lainnya   Unduh

    

Senin, November 11, 2013

Beberapa Metode Perankingan secara Partisipatif

Salah satu hal penting dalam memfasilitasi masyarakat adalah bagaimana mereka mampu menentukan pilihannya sendiri berdasarkan argumen yang mereka kemukakan sendiri.  Mereka lebih tahu kondisi mereka sendiri yang sebenarnya, jauh lebih baik dibadingkan dengan pendatang dan pendamping dari luar.  Yang mereka butuhkan adalah bagaimana mereka bisa menggunakan cara yang mudah untuk mengambil keputusan.  Alat / instrumen itu tentunya tidak hanya mudah, tapi juga cepat, akurat, dan yang paling penting adalah keputusan yang dihasilkan adalah keputusan bersama, bukan keputusan individu atau elit atau kelompok kecil tertentu.

Untuk itu bisa diunduh di bawah ini bagaimana beberapa metode perankingan bisa diaplikasikan dalam konteks pendampingan dan pemberdayaan masyarakat dengan aspek utama adalah pengambilan keputusan secara partisipatif.

Silakan dilihat di sini

Silakan diunduh di sini

Jumat, Agustus 10, 2012

PENDEKATAN S A R A R DALAM MEMFASILITASI FORUM

Beberapa sebab utama yang selama ini menghambat partisipasi masyarakat dalam forum
L  Malu atas kehadiran penguasa wilayah setempat
L  Takut berkata terus terang di depan orang banyak
L  Minder
L  Tidak mempercayai motive penyelenggara forum (bisa fasilitator, bisa penguasa wilayah setempat)
L  Enggan menanggung resiko
L  Takut dipinggirkan secara ekonomi ataupun sosial
L  Takut dikritik karena melampaui kelaziman di masyarakat
L  Beda kelompok dengan yang sebagian besar hadir di forum
L  Terhinggapi perasaan tidak berdaya atau pasrah dengan keadaan dan kondisi yang ada
L  Tidak memiliki pengalaman dalam bekerja / beraktivitas secara kelompok
L  Tidak memiliki keterampilan dalam perencanaan maupun pemecahan masalah.
Maka dalam proses fasilitasi forum (baik forum pertemuan maupun forum pelatihan) perlu menggunakan pendekatan pengembangan kapasitas peserta agar mereka lebih mengeksplorasi, memilih, merencanakan, menentukan, mencipta, mengorganisir, dan mengambil inisiatif.  Secara sederhana terangkum dalam pendekatan yang dinamakan                                                                          S A R A R  YAITU :
S  elf esteem (harga diri)
Martabat dan harga diri kelompok maupun individu diakui dengan menekankan bahwa mereka sebenarnya mempunyai kapasitas secara analitis dan kreatif untuk menyelesaikan masalah mereka sendiri.
A  ssociative Strength (kekuatan bersama)
Menekankan bahwasanya jika mereka membentuk kelompok / asosiasi, mereka akan menjadi lebih kuat dan mampu membangun kamampuan untuk bertindak secara bersama.
R  esourcefulness (sumberdaya yang melimpah)
Setiap individu adalah satu potensi sumberdaya bagi masyarakat.  Menekankan untuk senantiasa mengembangkan kreativitas dan sumberdaya yang melimpah baik di kelompok maupun individu dalam memecahkan masalah.
A  ction Planning (rencana tindakan)
Adanya rencana tindak untuk menyelesaikan masalah merupakan fokus dari pendekatan SARAR ini.  Perubahan hanya bisa terjadi apabila kelompok membuat rencana dan melakukan tindakan-tindakan nyata.
R  esponsibility (tanggung jawab)
Rasa taggung jawab selanjutnya dijunjung oleh kelompok.  Berbagai tindakan yang telah direncanakan harus dilaksanakan.  Hanya dengan partisipasi yang bertanggung jawab-lah akan dicapai hasil yang bermakna. 

(diolah dari “Tools for Community Participation”, Lyra Srinivasan, UNDP)


PENDEKATAN S A R A R DALAM MEMFASILITASI FORUM

Beberapa sebab utama yang selama ini menghambat partisipasi masyarakat dalam forum
L  Malu atas kehadiran penguasa wilayah setempat
L  Takut berkata terus terang di depan orang banyak
L  Minder
L  Tidak mempercayai motive penyelenggara forum (bisa fasilitator, bisa penguasa wilayah setempat)
L  Enggan menanggung resiko
L  Takut dipinggirkan secara ekonomi ataupun sosial
L  Takut dikritik karena melampaui kelaziman di masyarakat
L  Beda kelompok dengan yang sebagian besar hadir di forum
L  Terhinggapi perasaan tidak berdaya atau pasrah dengan keadaan dan kondisi yang ada
L  Tidak memiliki pengalaman dalam bekerja / beraktivitas secara kelompok
L  Tidak memiliki keterampilan dalam perencanaan maupun pemecahan masalah.
Maka dalam proses fasilitasi forum (baik forum pertemuan maupun forum pelatihan) perlu menggunakan pendekatan pengembangan kapasitas peserta agar mereka lebih mengeksplorasi, memilih, merencanakan, menentukan, mencipta, mengorganisir, dan mengambil inisiatif.  Secara sederhana terangkum dalam pendekatan yang dinamakan                                                                                                                      S A R A R  YAITU :
S  elf esteem (harga diri)
Martabat dan harga diri kelompok maupun individu diakui dengan menekankan bahwa mereka sebenarnya mempunyai kapasitas secara analitis dan kreatif untuk menyelesaikan masalah mereka sendiri.
A  ssociative Strength (kekuatan bersama)
Menekankan bahwasanya jika mereka membentuk kelompok / asosiasi, mereka akan menjadi lebih kuat dan mampu membangun kamampuan untuk bertindak secara bersama.
R  esourcefulness (sumberdaya yang melimpah)
Setiap individu adalah satu potensi sumberdaya bagi masyarakat.  Menekankan untuk senantiasa mengembangkan kreativitas dan sumberdaya yang melimpah baik di kelompok maupun individu dalam memecahkan masalah.
A  ction Planning (rencana tindakan)
Adanya rencana tindak untuk menyelesaikan masalah merupakan fokus dari pendekatan SARAR ini.  Perubahan hanya bisa terjadi apabila kelompok membuat rencana dan melakukan tindakan-tindakan nyata.
R  esponsibility (tanggung jawab)
Rasa taggung jawab selanjutnya dijunjung oleh kelompok.  Berbagai tindakan yang telah direncanakan harus dilaksanakan.  Hanya dengan partisipasi yang bertanggung jawab-lah akan dicapai hasil yang bermakna. 

(diolah dari “Tools for Community Participation”, Lyra Srinivasan, UNDP)


PENGGUNAAN DIAGRAM VENN SECARA LEBIH MENDALAM


Pengantar
Diagram Venn selain digunakan untuk memetakan lembaga-lembaga yang ada di masyarakat baik yang bersifat formal maupun non formal, ditinjau dari sisi kemanfaatan / kepentingannya yang dirasakan / dinilai oleh masyarakat serta hubungan interaksinya dengan masyarakat.  Namun demikian dalam pengembangannya, instrumen ini bisa diperdalam penggunaannya hingga melihat seberapa baik hubungan antar lembaga yang ada, hingga individu-individu yang berpengaruh di masyarakat.

Langkah-langkah
J   Minta kelompok (apakah itu kelompok ibu-ibu, kelompok campuran, atau khusus kelompok laki-laki, bisa pula berdasarkan usia, yaitu kelompok remaja, dewasa, dan orang-orang tua), untuk menginventarisir lembaga-lembaga apa saja baik formal maupun non formal yang berpengaruh terhadap tingkat kesejahteraan (bisa pula topikal, seperti tingkat kesehatan, tingkat pendidikan, tingkat pendapatan) masyarakat di desa / di kampung / di dusun itu.  Tuliskan di plano dan letakkan di lantai.
J   Tuliskan keseluruhan lembaga tersebut ke dalam lingkaran-lingkaran dan kemudian guntinglah lingkaran-lingkaran tersebut.
J   Berikutnya identifikasi pula individu-individu yang mempunyai pengaruh terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat (bisa pula topikal, seperti tingkat kesehatan, tingkat pendidikan, tingkat pendapatan) masyarakat di desa / di kampung / di dusun itu.  Tuliskan di plano dan letakkan di lantai.
J   Tuliskan keseluruhan individu tersebut ke dalam segitiga-segitiga dan kemudian guntinglah segitiga-segitiga tersebut.
J   Letakkan kertas plano di lantai (apabila dibutuhkan media yang lebih luas sambungkan 2 – 4 kertas plano dan bentangkan di lantai).
J   Letakkan guntingan lingkaran-lingkaran tersebut pada bentangan kertas plano di lantai sedemikian rupa sehingga lingkaran-lingkaran yang selama ini menurut peserta mempunyai hubungan yang erat satu sama lain, diletakkan berdekatan atau bahkan bersinggungan (menurut tingkat hubungannya; semakin erat semakin dekat tentunya).  Jangan ditempel permanen terlebih dahulu sebelum semua peserta menyatakan persetujuannya.
J   Berikutnya letakkan guntingan segitiga-segitiga sedemikian rupa sehingga segitiga yang selama ini menurut partisipan mempunyai hubungan yang erat satu sama lain atau yang mempunyai hubungan erat dengan lingkaran, diletakkan berdekatan atau bahkan bersinggungan (menurut tingkat hubungannya; semakin erat semakin dekat tentunya).  Jangan ditempel permanen terlebih dahulu sebelum semua peserta menyatakan persetujuannya.
J   Dengan menggunakan spidol warna biru, berikan garis hubung antar lingkaran, antar segitiga, atau antara lingkaran-segitiga, yang menurut penilaian peserta hubungan kerjanya selama ini berjalan sangat-sangat baik.
J   Berikutnya dengan menggunakan spidol warna hijau, berikan garis hubung antar lingkaran, antar segitiga, atau antara lingkaran-segitiga, yang menurut penilaian peserta hubungan kerjanya selama ini berjalan biasa-biasa saja.
J   Kali ini dengan menggunakan spidol warna merah, berikan garis hubung antar lingkaran, antar segitiga, atau antara lingkaran-segitiga, yang menurut penilaian peserta hubungan kerjanya harus lebih diperbaiki ke depan.
J   Dan terakhir dengan menggunakan spidol warna hitam, berikan garis hubung antar lingkaran, antar segitiga, atau antara lingkaran-segitiga, yang menurut penilaian peserta selama ini tidak terjadi hubungan / relasi sama sekali, namun dipandang sangat penting dibangunnya relasi tersebut guna kepentingan peningkatan kesejahteraan masyarakat ke depan.
J   Fokuskan pada garis hubung warna merah dan garis hubung warna hitam.  Ajak peserta untuk berdiskusi agar garis-garis tersebut pada akhirnya akan menjadi garis hubung berwarna biru.  Apa saja yang harus dilakukan, dan pihak-pihak mana saja yang harus berperan di dalamnya untuk mewujudkan garis biru ini terjadi.

Selasa, Juli 24, 2012

ANALISIS STAKEHOLDER


Mengapa penting dilakukan analisis stakeholder ini ?
·         Untuk mengidentifikasi minat, kepentingan, dan pengaruh para stakeholder terhadap kegiatan program / proyek yang sedang berjalan.
·         Untuk mengidentifikasi kelembagaan-kelembagaan lokal berikut proses-proses untuk pengembangan kapasitasnya
·         Untuk membangun pondasi dan strategi partisipasi masyarakat.

Analisis stakeholder ini merupakan instrumen yang sangat penting untuk memahami konteks sosial dan kelembagaan dari satu kegiatan program / proyek.  Hal-hal yang diungkap dari tools ini bisa memberikan informasi sangat penting seawal mungkin tentang :
        i.            siapa saja yang akan dipengaruhi oleh program / proyek baik positif ataupun negatif;
      ii.            siapa saja yang mungkin memberikan pengaruh terhadap program / proyek baik positif ataupun negatif;
    iii.            individu, kelompok, dan lembaga apa saja yang perlu dilibatkan dalam program / proyek serta bagaimana caranya; dan siapa saja yang perlu dibangun kapasitasnya agar turut berpartisipasi aktif di dalamnya.

Definisi stakeholder :
Adalah orang-orang, atau kelompok-kelompok, atau lembaga-lembaga yang kemungkinan besar terkena pengaruh dari satu kegiatan program / proyek baik pengaruh itu positif maupun negatif, atau sebaliknya yang mungkin memberikan pengaruh terhadap hasil keluaran program / proyek.

Langkah-langkah melakukan analisis stakeholder 
Langkah I, identifikasilah stakeholder-stakeholder kunci antara lain :
1)        Siapa saja penerima manfaat yang potensial dari kegiatan ini ?
2)        Siapa saja yang mungkin menerima dampak buruk dari kegiatan ini ?
3)        Apakah kelompok-kelompok yang rentan telah diidentifikasi ?  Siapa saja ?
4)        Apakah kelompok-kelompok pendukung dan kelompok-kelompok lawan juga telah diidentifikasi ?  Siapa saja ?
5)        Apa saja hubungan-hubungan yang terjadi di antara stakeholder-stakeholder tersebut ?

Langkah II, lakukan assessment terhadap kepentingan-kepentingan para stakeholder dan dampak-dampak potensial yang muncul dari kepentingan-kepentingan ini :
1)        Apa saja harapan-harapan yang muncul dari para stakeholder terhadap program / proyek ini ?
2)        Keuntungan-keuntungan / manfaat-manfaat apa saja yang mungkin akan diperoleh para stakeholder ?
3)        Sumberdaya-sumberdaya apa saja yang bisa atau bahkan mungkin sangat ingin dimobilisasi oleh para stakeholeder ?
4)        Apa saja kepentingan-kepentingan para stakeholder yang berlawanan dengan tujuan-tujuan program / proyek ?

Langkah III, lakukan assessment terhadap pengaruh dan kepentingan para stakeholder ini :
Untuk setiap kelompok stakeholder lakukan lakukan assessment terhadap ;
1)        Kekuasaan dan statusnya (politik, sosial, dan ekonomi)
2)        Derajat / level lembaga / organisasinya
3)        Penguasaan terhadap sumber-sumber daya yang strategis
4)        Pengaruh-pengaruh informal (seperti hubungan-hubungan personal)
5)        Relasi kekuasaan dengan stakeholder lainnya
6)        Arti penting terhadap keberhasilan program / proyek
Terdapat dua hal penting di sini, yaitu stakeholder yang mempunyai pengaruh (influence) dan stakeholder yang sangat berkepentingan / mempunyai arti penting (importance). 
C  Pengaruh/influence lebih menunjukkan tingkat kekuasaan yang dimiliki stakeholder terhadap jalannya program / proyek.  Hal ini dapat diuji melalui cara-cara pengendalian dan penguasaan mereka terhadap proses-proses pengambilan keputusan baik secara langsung maupun melalui penguasaan terhadap jalannya program / proyek atau sebaliknya melalui perintangan terhadap jalannya program / proyek.  Penguasaan ini bisa berasal dari status atau kekuasaan yang memang dimiliki, ataupun melalui hubungan informal dengan pemimpin-pemimpin formal yang dia miliki selama ini.
C  Kepentingan/importance berkaitan dengan tingkatan di mana pencapaian tujuan program / proyek sangat tergantung pada keterlibatan aktif yang diberikan oleh kelompok stakeholder bersangkutan.  Stakeholder yang berkepentingan terhadap program / proyek pada umumnya adalah yang kebutuhan-kebutuhannya bersesuaian dengan tujuan program / proyek.  Beberapa kelompok stakeholder mungkin sangat penting/importance terhadap satu program / proyek (seperti : kelompok perempuan perdesaan pada program kesehatan reproduksi), namun boleh jadi pengaruhnya/influence sangat-sangat terbatas terhadap program / proyek.  Kelompok stakeholder ini membutuhkan upaya-upaya khusus untuk lebih meningkatkan partisipasi mereka serta lebih meyakinkan mereka bahwa kebutuhan-kebutuhan mereka sungguh-sungguh sejalan dengan program / proyek.  
Baik pengaruh / influence maupun kepentingan / importance dari berbagai stakeholder ini bisa diranking dengan skala sederhana dan dipetakan satu sama lainny, sebagai langkah awal untuk menentukan strategi yang cocok bagi pelibatan mereka.  Kedua variabel utama ini juga bisa dilakukan assessment di tahap-tahap awal berdasarkan pengetahuan/informasi yang dimiliki oleh pihak-pihak yang sangat mengenal “kepedulian” para stakeholder tersebut terhadap program / proyek.  Namun demikian, assessment yang lebih mendalam perlu dilakukan melalui wawancara-wawancara secara langsung (diperlukan keterampilan bertanya).

Langkah IV, buatlah satu kerangka untuk menentukan strategi pelibatan stakeholder  :
Rencana pelibatan stakeholder ini didasarkan pada :
1)        Ketertarikan, pengaruh, dan kepentingan dari setiap kelompok stakeholder
2)        Upaya-upaya khusus yang diperlukan untuk melibatkan stakeholder-stakeholder yang penting / yang bekepentingan namun tidak mempunyai pengaruh.
3)        Bentuk-bentuk partisipasi yang memadai pada keseluruhan siklus program / proyek.
Berdasarkan hasil tiga tahap analisis stakeholder di atas, maka beberapa rencana pendahuluan dapat disusun untuk melibatkan kelompok-kelompok stakeholder tersebut dalam tahapan-tahapan program / proyek secara berurutan.
J   Stakeholder yang mempunyai daya pengaruh tinggi dan kepentingan yang tinggi pula, harus bisa dilibatkan sepenuhnya di seluruh tahapan program / proyek demi untuk memberikan keyakinan pada mereka bahwa keberhasilan program / proyek adalah atas dukungan mereka.
J   Stakeholder yang mempunyai daya pengaruh tinggi namun tidak terlalu berkepentingan, bukanlah target utama program / proyek, namun sangat mungkin menjadi penentang / opposan atau minimal selalu mengintervensi.  Dari sini, mereka perlu mendapatkan perlakuan bahwa keberadaan mereka itu adalah penting, selalu berikan pada mereka informasi-informasi, dan berikan pengakuan terhadap pandangan-pandangan mereka, hal ini perlu dilakukan agar tidak timbul keonaran dan konflik terbuka.
J   Stakeholder dengan pengaruh yang kecil namun kepentingan / arti penting terhadap proyek yang sangat tinggi membutuhkan upaya-upaya khusus dan strategi-strategi khusus, agar mereka menjadi yakin bahwa kebutuhan-kebutuhan mereka sejalan dengan tujuan program / proyek dan keterlibatkan mereka sungguh-sungguh sangat bermakna.
J   Stakeholder dengan pengaruh dan kepentingan yang kecil atau bahkan tidak sama sekali, mau tidak mau juga perlu dilibatkan dalam program / proyek namun tidak memerlukan statregi partisipasi / pelibatan mereka secara sangat khusus.

 
Sumber :  Participation and Social Assessment, Tools and Techniques,
                  compiled by Jennifer Rietbergen-McCracken, Deepa Narayan, IBRD-WB, 1998

Penggalian Gagasan di Kelompok Perempuan dengan Modifikasi Metode Jembatan Bambu

Penggalian Gagasan di Kelompok Perempuan dengan Modifikasi Metode Jembatan Bambu Berikut ini adalah langkah-langkah yang digunakan untuk memfasilitasi masyarakat khususnya pada forum-forum FGD di kelompok-kelompok perempuan untuk menghasilkan usulan-usulan yang lebih variatif dan benar-benar memenuhi kebutuhan kelompok masyarakat miskin. Karena forum FGD ini diikuti oleh warga dengan jumlah tidak terlalu banyak, maka bisa dilakukan secara pleno, atau apabila dirasakan perlu ada pembagian kelompok, lakukan dalam kelompok-kelompok kecil (3 - 4 orang saja per kelompok). Fasilitasilah mereka untuk membahas secara detail topik-topik bahasan di bawah ini (cukup satu kegiatan FGD membahas 1 topik saja) :

Langkah I : gambaran kondisi saat ini 
1. membuat gambar di setengah potongan kertas plano, yang menunjukkan kondisi kesehatan lingkungan yang ada di sekitar masyarakat Anda, khususnya masyarakat miskin.
2. membuat gambar di setengah potongan kertas plano, yang menunjukkan kondisi kesehatan ibu dan anak yang ada di sekitar masyarakat Anda, khususnya masyarakat miskin.
3. membuat gambar di setengah potongan kertas plano, yang menunjukkan kondisi pendidikan dasar dan menengah yang ada di sekitar masyarakat Anda, khususnya masyarakat miskin.
4. membuat gambar di setengah potongan kertas plano, yang menunjukkan kondisi yang dialami oleh kaum perempuan yang ada di sekitar masyarakat Anda, khususnya kaum perempuan yang ada di kalangan masyarakat miskin.

Langkah II : gambaran kondisi ke depan yang diharapkan  
a) membuat gambar kondisi yang diharapkan ke depan tentang kesehatan lingkungan yang ada di sekitar masyarakat, khususnya masyarakat miskin.
b) membuat gambar kondisi yang diharapkan ke depan tentang kesehatan ibu dan anak yang ada di sekitar masyarakat, khususnya masyarakat miskin.
c) membuat gambar kondisi yang diharapkan ke depan tentang pendidikan dasar dan menengah yang ada di sekitar masyarakat, khususnya masyarakat miskin.
d) membuat gambar kondisi yang diharapkan ke depan tentang kaum perempuan yang ada di sekitar masyarakat, khususnya kaum perempuan di kalangan masyarakat miskin.

Langkah III : inventarisir langkah-langkah kegiatan
i. Meletakkan gambar kondisi awal di sebelah kiri mereka dan gambar kondisi yang diharapkan di sebelah kanan mereka, buatlah jaraknya agak berjauhan (sekitar 1 m), dan hubungkan kedua gambar tersebut dengan garis hubung yang tebal.
ii. Menginventarisir seluruh langkah-langkah apa saja yang harus diambil untuk mewujudkan kondis ke arah gambaran yang mereka harapkan tersebut. Kali ini gunakan metaplan, satu langkah satu tulisan di metaplan. iii. Meletakkan tulisan-tulisan di metaplan tersebut di sepanjang garis hubung. Letakkan secara berurutan berdasarkan urutan logisnya, dan berilah angka yang berurutan di setiap metaplan yang dipasang. Langkah IV : menyusun rencana aksi Letakkan metaplan-metaplan yang telah dituliskan tersebut di bagan rencana berikut :
a. Urutan langkah-langkah kegiatan*
b. Sumber daya yang dimiliki yang mendukung untuk pelaksanaan kegiatan
c. Dukungan apa saja yang dibutuhkan dari pihak lain
d Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan bersangkutan

*sangat memungkinkan apabila dirasakan masih perlu disisipkan langkah-langkah lain yang belum terinventarisir di proses sebelumnya.

Selasa, Desember 20, 2011

Teknik Klasifikasi Tingkat Kesejahteraan secara Partisipatif

1. Buat peta wilayah setempat (peta sosial) yang menggambarkan kondisi setempat secara umum (topografi, prasarana dasar, fungsi lahan; pemukiman, pertanian, perkebunan, hutan, ladang,), serta noktah-noktah yang menunjukkan rumah-rumah tangga.
2. Berilah nomor pada setiap noktah rumah-rumah tangga tersebut.
3. Pindahkan setiap nomor rumah-rumah tangga ke dalam kartu ukuran 9 cm x 5 cm atau seukuran kartu nama, setiap nomor rumah tangga, satu kartu.
4. Tanyakan pada peserta terhadap identitas yang lengkap pemilik setiap nomor kartu tersebut, dan tuliskan informasi dari para informan tersebut di tabel pada kertas plano (susunan portrait), seperti :
· No rumah tangga
· Nama kepala rumah tangga
· Jumlah anggota rumah tangga
· Apa saja sumber-sumber pendapatan rumah tangga tersebut
Setelah selesai seluruhnya, tempelkan di dinding atau letakkan di lantai agar bisa dilihat oleh seluruh peserta.
5. Tanyakan pada peserta klasifikasi kesejahteraan apa saja yang sangat familiar di wilayah tersebut dengan bahasa lokal / setempat, apakah kaya (sugih), sedang (sedengan), miskin (mlarat), atau klasifikasi yang lain.
6. Buat tabel secara landscape pada kertas plano terhadap klasifikasi yang mereka tetapkan (misalkan ada 4 klasifikasi, maka buatlah 4 kolom, 5 dengan kolom nomor).
7. Bagilah peserta dalam 3 kelompok. Berilah masing-masing kelompok satu tabel pada point 6 di atas.
8. Minta mereka untuk berdiskusi untuk mengisikan pada tabel di masing-masing kelompok nomor-nomor rumah-rumah tangga sesuai dengan klasifikasi tingkat kesejahteraan yang tercantum pada tabel.
9. Setelah itu tempelkan hasil pengklasifikasian masing-masing kelompok. Sangat mungkin terjadi perbedaan peletakan nomor rumah tangga pada klasifikasi yang berbeda pula. Misalkan 2 kelompok menempatkan no 5 pada "sedengan", sedangkan 1 kelompok menempatkan pada klasifikasi "mlarat".
00. Minta 1 kelompok tersebut untuk menunjukkan alasan mengapa mereka mengklasifikasikan "melarat" yang mungkin hal tersebut tidak diketahui oleh 2 kelompok yang lainnya.
11. Apabila alasan tersebut dapat diterima oleh 2 kelompok lainnya, maka putuskan untuk menggunakan klasifikasi "melarat" tersebut. Apabila tidak bisa diterima dan 2 kelompok lain mengajukan alasan yang berbeda, maka klasifikasi ditetapkan berdasarkan suara kelompok terbanyak.
12. Pindahkan hasil akhir di tabel lain yang merupakan hasil kesepakatan pengklasifikasian ketiga kelompok.
(diolah dari "A Trainer's Guide for Participatory Learning and Action")