Rabu, Juni 10, 2009

Sabar penolong kita yang utama .....................



Sesekali permasalahan demi permasalahan datang menghampiri kita. Bahkan tidak hanya sesekali, namun seakan menjadi rutinitas dalam keseharian kita. Kita ingin sekali hidup ini tanpa permasalahan. Kita ingin hidup ini adem anyem tanpa gejolak, riak dan onak yang membuat kita takut mengarungi bahtera kehidupan.



Namun bagaikan orang menambang emas, maka pasirnya harus berkali-kali ditapis dengan air, digoyang-goyangkan pasirnya berkali-kali hingga akhirnya ditemukan pecahan kecil saja emas murni.



Bagaikan upaya untuk memurnikan logam, perlu pula campuran berbagai benda itu dipanaskan di dalam tungku yang amat panas. Dalam waktu yang lama pada akhirnya diperolehlah cairan logam yang murni.



Karakter, integritas, dan kredibilitas kita juga demikian halnya dengan logam murni dan emas murni. Manusia-manusia pilihan akan muncul dengan banyaknya rintangan, hambatan, dan permasalahan yang harus mereka hadapi terlebih dahulu. Semuanya itu seakan bagai tapisan pasir sungai untuk menyaring emas murni, atau tungku panas yang akan membakar segala campuran atau imitasi dan akhirnya yang tersisa hanya logam murni.



Untuk naik pangkat, untuk naik kelas, semua harus dilalui dengan ujian. Begitu juga, untuk menjadi manusia pilihan, manusia terbaik, harus dilalui dengan berbagai cobaan, tantangan, hambatan, rintangan dan berbagai permasalahan.



Kawan anggap semua itu seperti kita menghadap ujian kenaikan kelas saat kita sekolahan dulu. Kalau kita optimis kita pasti akan lulus dan akan naik kelas. Tapi kalau kita tidak optimis, kita pesimis, kita tidak yakin dan meragukan kredibilitas kita sendiri, maka bayangan tidak naik kelas sudah kita hadirkan sendiri di dalam benak kita.



Kawan, yakinlah, bahwa segala sesuatu itu pasti akan berlalu. Masa akan lewat dan kita akan menghadapi moment lainnya. Lupakan segera karena kita akan segera menghadapi moment lain, lengkap dengan tantangan lain, yang ini pun merupakan media ujian kenaikan kelas lainnya.



Jangan takut menghadapi apapun di dunia ini, sabarlah, sabarlah, karena kesabaran adalah senjata utama orang-orang terpilih. Senantiasa minta tolonglah kepada Tuhan yang Maha Kuasa, pemilik segala kekuatan, pemilik segala kerajaan, pemilik segala kekuasaan. Apapun yang saat ini melekat pada kita hakikatnya adalah milik-Nya. Kita ini tidak memiliki apa-apa, dan pada saatnya semua yang melekat di kita akan diambil-Nya kembali, karena Dia-lah pewaris segala sesuatu di dunia ini. Jadi apa yang kita takutkan di dunia ini, karena kita tidak memiliki apa-apa, dan bahkan kita-pun milik-Nya.




Salam Sukses




Achmad Saladin




Yahoo! Mail Sekarang Lebih Cepat dan Lebih Bersih. Rasakan bedanya!

Tidak ada komentar: